Bincang di UBTV

Rabu, 20 Maret 2019, MAWWS diundang UBTV Malang untuk mengisi acara “Tamu Kita.”

Dari kiri ke kanan: Eva, Rina, Istie, Fitra, Dyus

Kami datang ke UBTV di lantai 2 Gedung Rektorat. Cukup menarik perhatian penampilan kami ini. Beberapa mata berhenti untuk memandang. Itu karena kebaya yang kami kenakan. Kami disambut Mbak Inied dan diperkenalkan dengan presenter acara, Dyus Evandra, yang terlihat surprised dengan penampilan kami.

Jelaslah pertanyaan yang spontan dia ajukan adalah, “Ini ada makna khusus, Mbak?” katanya dengan senyum ramah yang khas itu.

“Pasti, dong. Kebaya adalah statement kami. Spirit MAWWS menggali kearifan lokal untuk menggugat narasi tunggal,” jawab kami bersahutan.

“Narasi tunggal itu bagaimana maksudnya?”

“Narasi tunggal itu narasi yang diulang terus-menerus hingga menjadi stereotip. Misalnya, tentang kita, orang Jawa, selalu dinarasikan bahwa kita ini ndeso dan kearifan lokal kita adalah klenik. Ini terus diulang-ulang terutama oleh budaya pop yang diproduksi orang-orang Ibu Kota.”

“Dan itukah yang menggelisahkan Anda hingga terpikir untuk mendirikan MAWWS?”

“Gelisah sih enggak. Sebal iya,” jawab Rina.

Pengambilan gambar berlangsung kurang lebih satu jam. Tak terasa lama. Rasanya seperti mengobrol saja. Mas Dyus sempat membantu kami mengambil beberapa foto setelah itu. Rupanya Mas Dyus ini fotografer. Pantas saja hasilnya bagus.

Lalu kami turun menggunakan lift. Seorang bapak turut satu lift bersama kami.

“Wah, ini kok cantik-cantik ada acara apa?”

Rina menjawab lebay, “Habis syuting, Pak.”

Yang lain melengos. “Maafkan teman kami ini, Pak,” kata Istie dengan nada pura-pura prihatin. Fitra dan Eva cuma tersenyum simpul. Mereka sudah terbiasa dengan Rina yang overconfident dan hiperbola itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *